Terkunci, Selamanya
Terbiasa berteriak, berharap minimal ada sepasang telinga yang sadar Kalau suara yang kali ini berbeda Mulai lirih, aku takut semakin tidak terdengar Cahayaku semakin terang, aku tahu Senyumku pun begitu Meskipun terlihat berbeda, tapi ada Memang bukan lekukan yang biasanya dipamerkan Entah karena rasa yang sebelumnya tidak terjamah Atau sekadar berusaha saja Tanpa sadar sudah terukir di tempat yang sama Katanya, aku sudah membaik Aku marah atas itu Kenapa tidak ada satu pun yang setidaknya berkunjung barang sebentar? Duduk bersamaku di sela keheningan yang sengaja dibuat karena tumpukan rasa sesal Aku yakin, kamu pun akan ikut menuliskan ribuan tanya Hanya untuk sekadar memastikan semua sudah berjalan dengan semestinya Sebagai seorang yang tidak suka sendirian Jauh dari rumah dan beberapa hati yang mungkin merasa kehilangan Aku selalu lupa membawanya Kompas, peta, atau apalah yang bisa kembali membawaku ke titik semua ini bermula Jati diri, teman dekat, dan Ayah, misalnya Aku be...