Rona Yang Lain Lagi

Aku takut dengan laut yang dalam

Tapi, ada yang berbeda dengan penampilannya

Satu warna dengan rona yang berbeda

Kalau dilihat dari jauh, semburatnya terlihat jelas

Sekalinya diperhatikan lebih dekat, ternyata ia lemah di satu rona

Tetap indah, tapi semakin dekat, semakin bingung mau memperhatikan yang mana

Sulit ditebak

Sebenarnya, ia sedang berusaha untuk menunjukkan apa?

Pasang-surut, kadang bergemuruh, kadang tenang

Seringnya, aku terpukau dengan apa yang disajikan

Terkesan performatif untuk beberapa pasang mata

Untuk sepasang yang ku punya ini, ia luas, cantik, tidak terbatas

Selalu berusaha untuk sepenuhnya berada di dunia ini

Meskipun terkadang tingkahnya membuat bebatuan kehilangan bentuk aslinya

Yang tidak semua orang tahu, ternyata, ia juga bisa membelainya dengan lembut

Tidak selalu, tapi ada waktunya

Kalau dipikir-pikir, mungkin ia sedang berusaha menyampaikan sesuatu

Hal yang tidak semua orang bisa paham

Hal yang tidak semua orang siap untuk dengar

Yang jika diutarakan, tidak semua orang akan memilih untuk tinggal

Jadi, ia bingung sendiri

Ia keluarkan semua ronanya di satu waktu

Biru tua, biru muda, pirus, akuamarin

Ia sadar kalau tidak pandai berbicara tentang rasa

Dipilihnya jalan yang paling singkat dan masuk logika

"Ini yang aku punya," katanya sambil menunjukkan bentangannya yang sampai saat ini belum terlihat batasnya

Aku menghela nafas

Kira-kira, butuh berapa lama lagi sampai aku bisa memahami setiap bagian yang ia beri secara cuma-cuma?

Sampai kapan aku harus menghabiskan waktu hanya untuk duduk dan membisu sambil melihatnya yang begitu banyak tingkah?

Kenapa aku selalu ingin kembali, terlepas dari keindahan yang sebenarnya juga dipersembahkan untuk ribuan orang yang datang?

Sedangkan aku begitu kecil

Terkadang terlalu lemah dan penakut untuk sekadar mencelupkan ujung jemari kakiku ketika ia membelai pelan bibir pantai

Bukan takut terbawa

Aku hanya takut dengan yang dingin

Jadi, aku melangkah mundur dengan kesadaran penuh

Mungkin, sementara ini, aku hanya akan duduk di dekatnya

Melihat segerombolan manusia tersenyum lepas karena keberadaannya

Sesekali ikut tersenyum tipis karena berharap ia tahu, kalau aku menyimpan setumpuk surat untuk ia baca

Jadi, aku selalu datang

Lagi dan lagi

Tidak berharap apa-apa

Menempatkan diriku tepat di hadapannya

Mengagumi setiap rona warna biru yang ia punya

Sesekali ditemani oleh mentari yang keburu pulang

Memberikan secoret warna merah muda untuk menambah kesan indahnya

Ini memang bukan sesuatu yang biasa 

Kali ini, aku tidak ingin memilikinya sendiri

Aku ingin seisi bumi tahu, kalau ia ada dan berbeda

Aku ingin membawa pulang sebagian dari dirinya yang aku suka

Bukan untuk apa-apa

Aku hanya ingin menjadi seseorang yang berani menunjukkan semburat warnaku

Dengan kedalaman dan keluasan hati seperti dia

Yang mampu membuat terpukau setiap orang yang mampir

Dan aku berharap ia tahu, kalau aku akan selalu hadir dan berusaha untuk mengerti

Pelan-pelan 

Karena ternyata, aku suka berlama-lama di sini


Comments

  1. Pelan-pelan saja lepaskan semburat ungumu 💜

    ReplyDelete
  2. time will answer warna apa yang paling dilihatnya saat kamu sendiri belum menyadari

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts